Harta Karun RI Yang Bernilai Rp 500 Triliun
Harta Karun RI Yang Bernilai Rp 500 Triliun

Harta Karun RI Yang Bernilai Rp 500 Triliun

65 View

Sinhvientmu.com – Indonesia baru saja menemukan ‘harta karun’ baru komoditas ekspor. Menteri Perdagangan M. Lutfi mengatakan nilainya bahkan sampai ratusan triliun. Komoditas ini adalah sarang burung.

“Sarang burung ini sesuatu yang menarik, saya sudah laporkan ke presiden karena saya bilang, saya yakin target pertumbuhan Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) akan tercapai Kemendag,” kata M. Lutfi.

Peluncuran Indonesia Store digital Trade Platform (IDNStore), Kamis (14/1/21). Sejauh ini, Indonesia mengandalkan banyak komoditas lain untuk mengejar defisit neraca perdagangan.

Mulai dari lemak dan minyak hewani / nabati, mesin dan peralatan listrik hingga kendaraan dan bagiannya. Sayangnya, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) masih terjadi setiap triwulan.

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar

Kali ini, sarang burung walet akan ditunjuk sebagai komoditas ekspor andalan Indonesia. “Kami adalah produsen, eksportir, dikatakan bahwa 2.000 ton burung walet, 110 ton yang telah terakreditasi dan dijual langsung ke China (Republik Rakyat China).

Bisa dibayangkan dari 110 ton, 1 kg bernilai Rp. 25 juta dan sisanya kami melewati beberapa negara transit. Hong Kong, Vietnam, Malaysia dan akhirnya ke Cina. Kami hitung harga itu, 2.000 ton dikali Rp 25 juta, nilainya Rp 500 triliun, artinya US $ 3,5 miliar (miliar), “kata Lutfi.

Pemerintah Indonesia telah mengusulkan agar pemerintah China memberikan bimbingan teknis bagi perusahaan sarang burung walet Indonesia, sehingga mereka dapat memenuhi persyaratan kapasitas dan persyaratan untuk ekspor ke China.

Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang mengekspor sarang burung walet ke China dengan pangsa pasar 75,3%.

Baca Juga: Wuling Mempersiapkan Mobil Listrik Dengan Harga Murah

Nilai impor Sarang Walet China dari Indonesia pada periode Januari-November 2020 mencapai US $ 350,93 juta, atau meningkat 88,6% dari periode yang sama tahun 2019 yang mencapai US $ 186,07 juta.

“Kami berharap pada tahun 2021 pemerintah RRT dapat membuka akses yang lebih luas terhadap produk Sarang Burung Walet Indonesia dan Buah Nanas Untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat Tionghoa,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.